Software Adzan untuk mobile phone


Alhamdulillah, akhirnya aku temukan juga software adzan untuk mobile phone yang berbasis symbian dan java. Gratis lagi. Ada di http://www.searchtruth.com/mobile/azan/download_mobile_azan.php

Kemarin sempat pada saat pake pda, menggunakan software adzan juga. Tapi, pada saat ganti dengan nokia (lagi), belum dapat software untuk adzan. Mencari di internet pun belum dapat. Salah kata kunci kali ya!

Ini sekarang lagi uji coba. Isya' kurang lebih 5 menit lagi. Bisa terdengar bunyi adzan gak ya dari hp ku???

posted under | 0 Comments

Exploitasi "Konsep Ibadah"


Menurut saya, ada kecenderungan yang mengakibatkan lembaga-lembaga (bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi lembaga apa pun, termasuk lembaga bisnis), yang katanya "menyandarkan" pada konsep Islam, namun terjebak pada konsep yang dianggap sebagai "konsep ibadah" yang salah, sehingga profesionalisme dikesampingkan.

Pada lembaga-lembaga ini, prestasi seseorang dianggap tidak layak diperhitungkan, karena dianggap segala sesuatu itu harus dilakukan secara ikhlas dan hanya Allah semata yang akan membalasnya. Pun, kadang-kadang, kesalahan juga tidak pernah diperhatikan, karena manusia merupakan makhluk lemah yang selalu berbuat salah.

Padahal, konsep atau sistem mengenai pekerjaan dalam Islam, adalah konsep profesionalisme, yang menjunjung tinggi keadilan, menghargai kemanusiaan.

Pada beberapa kasus yang pernah saya perhatikan, kebanyakan lembaga-lembaga tersebut "mengeksploitasi" karyawan tanpa memperhatikan kesejahteraan karyawan tersebut, dengan tetap "mengedepankan" konsep ibadah, dan mendoktrin karyawan bahwa segala yang dilakukannya adalah ibadah dan bernilai di sisi Allah SWT. Memang betul, semua yang dilakukan oleh seorang mukmin adalah ibadah, tetapi, ini yang perlu diingat, pernahkah lembaga-lembaga tersebut belajar tentang konsep DHOLIM?

Dholim merupakan lawan dari Adil. Apabila kita definisikan, adil adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Nah, di sinilah titik yang harus kita perhatikan. Untuk berbuat adil, harus ada aturan main yang jelas, yang transparan, dan disetujui oleh kedua belah pihak. Aturan main inilah yang kadang dilupakan oleh lembaga-
lembaga tadi.

Juga, bagaimana dengan konsep shodaqoh? Ada satu kenyataan pahit yang menarik untuk kita pelajari. Seorang pengusaha, yang notabene muslim, sering bersodaqoh terhadap orang-orang lain, di luar karyawan dan kantornya. Tetapi terhadap karyawannya? Pernah terjadi seorang karyawan pada sebuah restoran, karena berkeringat dan tidak ingin membasahi makanan, mengambil tissue untuk mengelap mukanya. Melihat kejadian tersebut, pengusaha tersebut marah besar dan mengatakan bahwa apabila hal tersebut dilakukan dirinya akan rugi. Nah,.... Silakan rekan-rekan menafsirkan sendiri cerita tadi.

Sebetulnya, dalam segala hubungan muamalah, Islam selalu menawarkan konsep win-win solution, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Namun pada masa kini, tampaknya konsep itu telah bergeser ke arah kecenderungan materi, sehingga baik terselubung maupun terang-terangan, kekayaan individual lah yang ingin diraih,
bukan rida dari Allah SWT. Wallahu A'lam Bish Showaf.

posted under | 0 Comments

Susahnya jadi Sistem Analist


Hmm... sampai pusing dech. Menganalisa program yang gak jadi-jadi. Konsep awal sih sudah ada. Sistem manual pun sudah ada. Tetapi, membuatnya menjadi program komputer, kok susah sekali ya. Ya, mungkin memang itulah keterbatasan saya.
Kadang sih terpikir, kalau sedang berdiskusi dengan istri, mungkin apa yang akan saya buat terlalu melebar, jauh dari yang dibutuhkan. Sekarang sudah coba saya persempit ruang sistemnya, tetapi tetap saja, gak selesai-selesai.
Atau mungkin penyakit lama kambuh lagi ya! Nah... ini yang selalu terjadi dari dulu. Maklumlah orang grafis. Jadinya cepet bosen. Apalagi ama yang namanya tampilan. Pengennya selalu buat yang cocok di hati gitu loh. Udah 75%, bosen, ganti lagi. Mulai dari awal lagi.
Tapi ini bukan masalah tampilan sih. Tapi masalah sistem. Manualnya sih gampang. Pokoknya penjualan dibundel. Nah, masalahnya gimana membundelnya supaya lebih cepet. Kalau yang sudah ada sih, mudah aja tinggal masukin ke daftar bundel. Yang belum ada? Belum lagi mencari control yang sesuai.
Ceritanya sih, kalau ditarik garis lurusnya (hehehehehehe, lebih suka garis lurus dech daripada benang merah. Karena benangnya udah terpintal jadi kain :D ) pengennya buat program untuk toko sendiri, toko komputer. Karena setelah lelah mencari-cari, harga program komputer ternyata tidak murah. Belum lagi tidak sesuai dengan kebutuhan. Makanya, iseng-iseng buat program sendiri. Tapi malah gak jadi-jadi. Belum lagi ada pesanan web site yang belum sempat dikerjakan. Ah...
Yah, sabar-sabar. Mulai dari yang kecil, dengan teliti dan hati-hati. Lihat manual. Bismillahirrahmaniirahim, semoga selesai dech. Doain ya!

posted under | 0 Comments

Printing Bikin Pusing


Mengeprint dokumen memang sebuah pekerjaan biasa. Apalagi kalau kita sudah sering melakukannya. Tetapi apa yang saya lakukan saat ini adalah sesuatu yang luar biasa, karena meskipun sudah terbiasa mengeprint dokumen, tetapi, jumlah printingnya ini loh, yang bikin kepala pusing. 1000 lembar, kurang lebih. Dan harus diselesaikan secepatnya. Wah....
Menggunakan Epson C90, yang di webnya katanya kecepatan printingnya sampai 25 ppm (25 halaman per detik), ternyata pada kenyataannya sangat lambat sekali. Untuk sekali cetak brosur berwarna ukuran 20x50 cm bolak-balik, dibutuhkan waktu sekitar 10 menit-an. Nah, bayangin aja, kalau untuk nyetak 1000 lembar brosur. berarti butuh sekitar 10.000 menit, atau sekitar 7 hari non stop. Belum lagi, C90 terdapat reset cartridge. Setiap nge-print kurang lebih 50 lembar, harus reset cartridge.
Dan, kemarin nich pengalaman baru. Mungkin karena sudah capek, sehingga printernya protes kali ya, yang tercetak hanya background nya saja. Tulisannya tidak tercetak. Nah, harus diistirahatkan dulu tuh printernya. Kurang lebih 1 jam.
Atau mungkin yang agak-agak gila saya ya. Karena cetak brosur sedemikian banyak menggunakan printer. Nah, mau bagaimana lagi. Hanya itu fasilitas yang dipunya. Sedangkan apabila dicetak di percetakan, MAHAL. Belum lagi waktunya lama. Kemarin sempat tanya ke percetakan, selembar sekitar 1600 rupiah. Kalau cetak 1000 lembar, berarti 1,6 juta. Wah.... Padahal kalau cetak pake printer, 1 kali refill 100 ml, cuman 16 ribuan. itu sudah bisa dipakai sampai 1000 lembaran. Dikali 4 + Beli kertas 80 rb an total 144 rban. Hehehehehe hemat 90%.
Sudah mencoba beralih ke printer laser warna, hmmm.... terdapat beberapa kendala. Pertama, printernya tidak ready. Harus indent terlebih dahulu. Baru tersedia pertengahan Februari, paling cepet. Wah... padahal butuh waktu cepet nich. Jadi, gak mungkin. Kedua, Ternyata printer laser warna hanya bisa masuk untuk ukuran kertas maksimal Folio, yaitu 33 cm. Padahal saya butuhnya panjangnya sampai 50 cm. Kalau paper tray-nya dibuka, printernya gak bisa nge-print. Wah...., gak mungkin lagi dech.
Tadi sempet browsing, cari-cari ada laser warna Samsung, kalau gak salah serinya E350. Mungkin kertasnya bisa sampai panjang, tetapi masih konfirmasi nich. Tanya-tanya pada pihak yang tahu.

posted under | 1 Comments

Totalitas dalam setiap perbuatan


Aku tidak akan berhenti dari jalan dakwah ini, hingga Islam tegak di bumi ini atau aku ikut musnah di dalamnya

(Hadits Rasulullah SAW)

Mungkin memang kalau kita perhatikan sekilas hadis di atas, menunjukkan idealisme yang sangat kuat dari seorang Rasulullah. Tetapi, menurut saya, ada makna lainnya yang terkandung dalam hadis tersebut, yaitu Totalitas.

Perhatikan pula firman Allah yang artinya kurang lebih, "Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum sehingga kaum tersebut mengubah nasibnya sendiri." Firman Allah tersebut sangat relevan dan berhubungan apabila kita kaitkan dengan hadis di atas pada masalah totalitas. Totalitas dalam mengubah nasib. Sehingga Allah akan mengubah nasib kita, apabila kita mau secara total mengubah diri kita sendiri.

Jadi, Islam telah mengajarkan totalitas dalam setiap perbuatan. Totalitas itulah, yang Insya Allah, akan membawa kita menuju kesuksesan dan rida Allah SWT. Bukankah ada nasihat bijak yang berkata: "Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya, dan Beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok." Tak lain, menurut saya, yang terkandung dari kalimat tersebut adalah TOTALITAS. Totalitas bekerja, totalitas beribadah. Keduanya bersinergi. Menembus pusaran-pusaran kehidupan yang pada akhirnya akan tercapai rida sang Izzati.

Pada saat mengikuti pelatihan HI (Heart Intelligence), salah satu syarat sebelum mengikuti pelatihan tersebut adalah kita harus meninggalkan semua pikiran-pikiran yang ada di luar, dan totalitas mengikuti pelatihan HI tersebut. Dikatakan oleh Ustadz Basuki, apabila yang ada di luar itu kita pikir sekarang, bisa kita kerjakan sekarang gak? Itulah maknanya, bahwa dalam setiap perbuatan, kita harus betul-betul total, mengerahkan semua konsentrasi, pikiran, jiwa, raga, dan semua hal yang kita miliki, sehingga tentunya hasil yang akan didapat adalah kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat.

Konsep Kaffah dalam Islam juga merupakan totalitas penghambaan manusia kepada Allah SWT. Konsep penghambaan total inilah yang menjadikan Rasulullah dan sahabat sukses membawa Islam menjadi puncak peradaban tertinggi di dunia. Selain karena memang Islam sendiri itu Kaffah, yaitu meliputi segala bentuk sistem yang ada dalam kehidupan manusia, Allah, sang penciptalah yang memang mengetahui benar tentang masalah-masalah hamba-Nya.

Jadi, mengapa tidak dari sekarang kita mulai totalitas pada diri kita?

posted under | 0 Comments

Ayunda Putri Mahmudatul Ula

Umurnya sekitar 4,5 tahun. Cantik dan lucu. Cukup pintar juga. Umur setahun udah bisa nyetel VCD sendiri. Ngidup-ngidupin TV sendiri. Perawakannya ramping. Wajahnya oval. Selalu ceria. Hidungnya lumayan mancung. Tapi maklum, karena anak-anak, meskipun kulit aslinya sawo matang, sekarang jadi kehitam-hitaman. Sering main berpanas-panasan. Satu hal yang pasti, mirip banget ama mamanya.
Sekarang punya piaraan 3 ekor kelinci yang lucu-lucu. Yang berwarna putih, betina, dikasih nama si putih. Yang berwarna hitam, betina juga, dikasih nama si hitam. Dan yang coklat, jantan, dikasih nama si manis. Katanya sih, kemarin akan diberi nama si Barbie yang putih. Gak tahu, kok akhirnya diberi nama si Putih. Meskipun ada 3 ekor, yang paling sering dibelai olehnya adalah si Putih. "Yang ini punya Ayu, yang hitam punya papa, yang coklat punya mama", begitu katanya.
Sekarang sekolah di TK Al Banna, di Denpasar. Sekolahnya sih baru buka tahun ini. TKIT & SDIT. Masih kelas TK Kecil. Ya, baru 4,5 tahun sih. Sebelumnya sekolah di PG Anak Emas. Punya Yayasan Islam juga. Lumayan lama juga sekolahnya. Karena konsepnya full day. Jadi pagi-pagi sekali, pukul 08.00 WITA, dia sudah berangkat ke sekolah. Seringnya sih diantar oleh mamanya, karena seperti biasa, pada jam segitu, aku masih tidur :). Pulang, kurang lebih jam 12.00 WITA. Nah, ini bagianku. Seringnya aku yang jemput pada jam pulang. Yah, begitulah setiap hari Senin-Jumat kegiatannya. Hari Sabtu dan Minggu libur. Nah lo, kayak PNS aja ya!
Setiap hari, kegemarannya adalah menonton TV dan menggambar. Sebetulnya sih aku agak kuatir juga tentang tontonan televisi. Tapi, mungkin memberi pengertian aja yang bisa aku lakukan. Setiap hari ditemani oleh baby-sitter. Kasihan dech anakku. Aku dan istriku sibuk bekerja. Rata-rata sampai jam 17.00 WITA. Setelah itu, Ayu bermain bersama kami. Kadang-kadang, sehabis maghrib, belanja kebutuhan sehari-hari ke supermarket. Kadang-kadang juga, mengajak dia bermain. Entah di Time Zone, atau di tempat main lainnya. Ayun-ayun dia bilang, karena di situ banyak mainan yang berayun-ayun. Hehehehehe.
Oh ya, Ayu juga suka sekali ke toko buku. Nah, ini mungkin kegemaranku yang aku tularkan padanya. Minimal seminggu sekali, aku, istriku dan Ayu jalan-jalan ke toko buku. Kalau kebetulan ada buku bagus, aku beli. Kalau gak ada, jalan-jalan aja. Biasanya Ayu suka buku-buku mewarnai dan buku-buku yang ada banyak warnanya. Termasuk majalah. Dia juga suka bermain di counter komputer, yang biasa terdapat software untuk anak-anak belajar sambil bermain. Padahal di rumah, sudah disediakan satu komputer khusus untuknya. Tapi jarang sekali dipakai. Tapi kalau sudah buka komputer, paling yang dijalankan game. Yah, gak papa lah. sekalian mengasah otaknya.
Kurang lebih jam setengah satu malam baru tidur. Sukanya kopi. Kalau pas ada kakeknya datang, pasti dia minta bagian kopi kakeknya. Kata orang-orang tua sih, anak memang harus dikasih kopi sedikit-sedikit. Supaya pembuluh darahnya agak terbuka dan tidak gampang step. Katanya sih.
Ya, satu hal yang pasti. Aku sayang banget ama dia. Harapanku, untuk meneruskan keluarga.

posted under | 0 Comments

Kabel Belden

Ya, masalah di atas yang menggelutiku cukup lama pada saat aku membuat jaringan. Bayangkan, harus bolak-balik berulangkali. Dan yang tidak kepikiran, ternyata yang bermasalah adalah kabelnya. Membuat jaringan 4 unit komputer yang saling berjauhan, paling deket 20 m, ternyata dibutuhkan kabel yang bener-bener mumpuni.
Sebelumnya sih, tidak kepikiran kalau yang bermasalah kabel beldennya. Pada saat itu, stok kabel belden lama tinggal sedikit, hanya cukup untuk 2 client saja. Yah, otomatislah ambil stok baru lagi. Nah, di situlah pangkal masalahnya muncul. Biasanya sih, kabel belden, beli merek apapun, sama baiknya. Cuman, selama ini belum berpengalaman membuat jaringan dalam jarak jauh. Biasanya sih dalam satu ruangan aja.
Setelah diset, 2 client langsung jalan. OK. Dua client lagi, NGADAT. Test menggunakan LAN tester, OK. Yang cukup mengherankan, pada saat disambungkan ke ethernet card, di situ terdapat pesan "A Network Cable Unpluged". Padahal jelas-jelas kabelnya sudah terpasang. Analisa awal, mungkin kabelnya terlalu panjang. Akhirnya, coba untuk dikurangi. Yang pada awalnya sekitar 70-an meter, dipotong hingga kurang lebih menjadi 50 meteran. Tetapi .... masih gak bisa juga.
Setelah hampir putus asa, dicoba untuk menarik kabel lagi, tetapi tetap menggunakan kabel yang sama. Set..... Masih gagal lagi. Bingung dech.
Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan keluar bagi hamba-Nya ini. Secara gak sengaja, aku bandingkan kabel yang mau jalan dan yang tidak. Oalah, kabelnya ternyata berbeda. Yang satu agak putih dan yang satunya agak abu-abu. Setelah diteliti lebih lanjut, pada kabelnya ternyata terdapat perbedaan penulisan. Yang seharusnya "DATATWIST", menjadi "DATAWIST". Hilang T-nya. Mungkin yang aku pakai bener-bener kabel bajakan kali ya :).
Terpaksa dech, narik kabel lagi. Antar gedung lagi. Gila banget, capeknya. Tapi, Alhamdulillah, beres. Satu client jalan. Satu lagi di test, jalan. Tapi lagi-lagi ada masalah. Pada saat hendak merapikan kabel, harus naik ke atap. Tetapi, orang yang membawa kunci untuk naik ke atap lagi ke luar kota. Seminggu lagi. Yah, terpaksa ditunda dech.
Hehehehe, baru kali ini dech mendapat masalah gara-gara kabel belden. Ya, tolong dicek aja sebelum membuat jaringan, tulisan-tulisan yang ada di kabelnya. Cari yang seperti ini nich:
- Belden CDT Networking-s DATATWIST -- bukan DATAWIST
-Verified (UL) -- bukan Urified
- Category 5E E108998-P -- harus ada P-nya.
- Biasanya di bagian akhirnya ada kode, kurang lebih seperti: 105 M -- menunjukkan maksimal panjang kabel yang bisa dibuat dalam satu tarikan client.

posted under | 0 Comments

Pemberdayaan Teknologi untuk Kemanfaatan Umat

Teknologi, yang perkembangannya sangat pesat dewasa ini, telah membawa seberkas cahaya bagi kita umat muslim untuk memberdayakannya demi kemanfaatan umat. Teknologi yang dimaksud tidak hanya terbatas pada komputer saja, namun bisa juga pada teknologi-teknologi lainnya, di antaranya handphone.
Ada banyak sekali sumber yang bisa kita download dari internet untuk pemberdayaan teknologi demi kemanfaatan umat. Dan semuanya GRATIS! Salah satu yang paling utama, adalah program untuk memperdengarkan adzan secara otomatis apabila telah tiba waktunya. Program ini bukan hanya untuk komputer saja, tetapi juga bisa untuk handphone dan PDA. penulis memanfaatkan program adzan ini pada notebook dan PDA. Untuk program adzan pada notebook, penulis menggunakan program adzan dari Islamic finder yang mempunyai alamat website di http://www.islamicfinder.org/. Di websitenya kita bisa mendownload Athan Basic, yang merupakan versi gratisnya. Memang terdapat beberapa fitur yang dikunci dari versi gratis tersebut, namun hal ini tidak menjadi masalah. Yang paling penting, fungsi utamanya, yaitu untuk memperdengarkan adzan tercapai.
Sedangkan untuk PDA, penulis menggunakan software yang bisa didownload dari http://www.smartnetwireless.com/. Software ini juga free alias GRATIS! Software ini cukup bermanfaat, karena selain untuk memperdengarkan adzan pada waktunya, juga bisa untuk recite (membaca) Al-Quran. Di smartnetwireless telah disediakan mp3 Al-Qur’an 30 juz. Selain itu, juga terdapat hadist-hadist (dalam bahasa Arab). Kemudian, di software tersebut juga terdapat salinan ayat-ayat Al-Quran lengkap 30 juz. Sehingga kita tidak perlu membawa al-Quran kemana-kemana. Cukup membawa PDA saja dan kita bisa membaca al-Qur’an di manapun. Bagusnya lagi, software ini bisa diset apakah sebelum adzan, al-Quran dibacakan terlebih dahulu atau tidak. Dan kita juga bisa memilih ayat-ayat mana yang akan dibacakannya. Terdapat juga versi untuk handphone yang sudah mendukung symbian.
Kemudian, apabila Anda ingin mendengarkan al-Quran lewat PC atau notebook, ada software yang bisa didownload dari http://www.searchtruth.com/. Program inipun gratis. Di dalamnya juga terdapat pengaturan untuk adzan, tetapi menurut saya, lebih baik dinonaktifkan dan lebih bagus menggunakan software Athan yang telah dijelaskan di atas. Sedangkan untuk mp3, supaya bisa recite al-Qur’an juga bisa didownload dari web ini. Terdapat beberapa bacaan al-Quran dari beberapa qiroah yang cukup terkenal.
Hmmm…. Banyak juga ya! Tapi masih banyak lho! Tenang aja. Apabila Anda ingin mempelajari tentang perbanding agama, terutama kristologi, Anda bisa masuk ke http://www.pakdenono.com/. Di sana terdapat banyak e-book islami, artikel, mp3, dll. Yang menarik, terdapat juga perdebatan antara seorang muslim dengan seorang nasrani. Dibaca sendiri aja dech. Pasti seru!
Sebetulnya, masih ada satu lagi program yang cukup bermanfaat, yaitu alQuran digital. Di dalamnya terdapat terjemahan dan tafsir dalam bahasa Indonesia. Juga terdapat index yang memudahkan kita untuk mencari ayat yang berhubungan dengan hal tertentu, misalnya perdagangan, perkawinan, dll. Sayangnya, saya mendapatkan software tersebut dari seorang teman. Di dalam software tersebut terdapat alamat url http://www.alquran-digital.com/, namun pada saat saya coba akses web tersebut, isinya lain. Insya Allah, apabila saya telah menemukan alamat url-nya akan segera saya beritahukan di blog ini.
Semoga artikel ini bermanfaat. Jayalah Islam selamanya.
NB: Pada saat saya membuka http://www.pakdenono.com/, ternyata di dalamnya terdapat download untuk al-Quran digital, namun saya belum sempat mencoba untuk mendownloadnya.

posted under | 0 Comments

?

Untuk Rh. Widada


Terakhir kali kita bertemu
mendung masih menggantung di kelopak matamu
membentuk gumpalan-gumpalan awan kelam
seakan hendak turun hujan, namun gerimis pun tak datang

terakhir kali kita bertemu
senyuman dan sikap renyahmu seakan sirna
ditelan patahan-patahan lempengan
gempa datang, semua sirna

aku seperti tidak menemukan dirimu yang kukenal dulu

entah sekarang,
di saat seorang bidadari telah turun ke bumi
melalui jeritan yang menyayat dari mulut istrimu
mungkin, raut wajahmu yang dulu
kini kutemukan kembali saat kita bertemu
entah kapan

posted under | 2 Comments

Marhaban ya Ramadhan

Ya Allah, aroma surga-Mu telah tertebar di antara hati-hati kami. Pintu ampunan-Mu telah terbentang di depan mata kami. Rahman dan rahim-Mu telah terhirup dalam udara yang menyelimuti napas kami.
Ya Allah, firman-Mu adalah penyembuh luka kami. Rasul-Mu adalah cahaya di tengah kegelapan dan kekhilafan kami. Malaikat-Mu adalah mulut-mulut kami, yang selalu memohonkan ampunan atas dosa-dosa kami.
Ya Allah, jika nanti pintu langit telah terbuka, dan cahaya surga telah bersinar, ijinkan kami bermandikan cahaya-Mu. Ijinkan kami berselimutkan cahaya-Mu. Di tengah kegelapan hati yang hampir mati ini.
Ya Allah, jadikan Ramadhan ini sebagai titik balik bagi kami untuk menggapai keridaan-Mu.

posted under | 0 Comments

Andriy Sevchenko = Amien Rais?

Hari minggu kemarin, saya menonton pertandingan sepakbola antara Chelsea dan Liverpool yang berakhir dengan kemenangan Chelsea 1-0. Pada saat itu, Alhamdulillah, saya ditemani istri saya yang sedang mengerjakan laporan keuangan perusahaannya. “Ma, pak Amin Rais main bola ma!” kata saya. “Masak sih Pa?” tanya istri saya tidak percaya. “Ya, coba lihat aja pemain berkostum biru yang mengenakan nomor 7”. “Emang ini pertandingan Indonesia Pa? Kayaknya khan orang luar negeri. Kok ada pak Amin Rais?” Lama istri saya memperhatikan pertandingan tersebut. Tak berapa lama kemudian, wajah pemain yang bernomor punggung 7 itu ter-close up di layar televisi. “Bukan Pa, bukan Pak Amin. Tapi emang mirip banget je!”. Hehehehehe, aku ketawa.
Yang saya maksud barusan di atas adalah Andriy Sevchenko. Pemain Chelsea tersebut, sepintas memang mirip banget dengan P. Amin Rais dari bentuk wajah dan rambutnya. Entah mengapa, sejak pertama kali saya melihat Andriy Sevchenko, yang terbayang adalah wajah pak Amin Rais. Ya, mungkin karena mirip kali ya? (
Fenomena seperti ini, tidak jarang terjadi terjadi dalam kehidupan kita. Manusia yang satu dengan manusia lainnya sepintas memang terlihat mirip atau bahkan sama. Tetapi, Subhanallah, Allah sang Pencipta tetap memberikan sifat unik kepada makhluknya. Bahkan, orang yang kembar pun tetap memiliki perbedaan. Beberapa hari yang lalu, saya sempat melihat National Geographic Channel. Di situ disebutkan bahwa apabila DNA manusia (pembawa sifat bagi manusia, yang menentukan bentuk fisik, dll) sangat kompleks dan rumit. Dan apabila DNA manusia diukur, panjangnya (Insya Allah) bisa mencapai 3000 m.
Saya jadi teringat kata-kata ustadz Basuki, tentor pelatihan HI (Heart Intelligence, Kecerdasan Hati) yang pernah saya ikuti. Di dalam Al-Qur’an terdapat sebuah ayat yang kurang lebih berbunyi “Dan apakah manusia tidak memperhatikan dirinya sendiri?”. Padahal memang kalau kita mau memperhatikan diri sendiri, terdapat banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang melekat pada diri kita.
Otak, misalnya, kalau kita perhatikan bentuk fisiknya (masih dalam bentuk fisik saja), menggambarkan orang yang bersujud. Bersujud tunduk kepada sang Khalik, Allahu Rabbul Izzati. Coba Anda perhatikan tangan kanan Anda. Apabila Anda lihat dengan seksama, punggung tangan kanan Anda akan membentuk sebuah lafadz Allah. Belum lagi organ-organ tubuh lainnya, yang apabila diperhatikan dengan seksama akan tampak tanda-tanda kebesaran Allah. Allahu Akbar.
Saya sendiri saja, sampai hari ini yakin, bahwa tidak ada komputer secanggih apa pun di dunia ini yang bisa menandingi sistem tubuh kita. Dimulai dari sistem pernapasan kita, yang sudah begitu rumit, dan masing-masing berjalan dengan otomatis, bahkan di saat kita tidur. Pernahkan kita berpikir untuk bernapas? Pernahkah otak kita menyuruh hidung untuk bernapas setiap saat? Dan masih banyak lagi sistem tubuh otomatis yang apabila kita mau mempelajarinya, Subhanallah, saya yakin, komputer secanggih apapun di dunia ini, tidak ada yang menandinginya.
Saya jadi teringat pertanyaan yang pernah diberikan ustadz saya, bagian tubuh manakah yang paling jujur? Jawabannya adalah hidung. Karena hidung tak akan mengubah bau busuk menjadi bau harum, dan hidung tak pernah mengubah bau harum menjadi bau busuk. Betul kata Opick dalam salah satu lagunya yang berjudul “Bismillah”, bahwa napas adalah kemurahan dari-Nya.

posted under | 0 Comments

Ya Rasulullah, engkaulah Akhlakul Karimah

Terkutuk! Itulah yang mungkin bisa kita ucapkan terhadap orang yang menghina Rasulullah Muhammad SAW. Tak terkecuali pimpinan tertinggi umat Nasrani, Paus. Begitu rendahnya dia sehingga “berani” mengatakan Rasulullah sebagai pembuat inovasi kejahatan.
Dahulu, jika memang Rasulullah mau dan bersedia, Beliau bisa membasmi kaum nasrani secara keseluruhan. Dahulu, jika memang Rasulullah mau dan bersedia, Beliau bisa memaksa seluruh kaum untuk mengikuti ajaran Islam. Tetapi apa yang kita lihat dari sejarah? Masih ingatkah kita dengan sejarah Fathul Makkah? Dimana pada saat itu kaum Muslimin berjaya dan orang-orang kafir tertunduk dan kalah? Apa yang dilakukan oleh Rasullulah? Beliau tidak memaksa orang-orang kafir untuk mengikuti ajaran Islam. Beliau tidak memerintahkan tentaranya untuk membasmi orang-orang yang sudah kalah perang. Pun, Beliau tidak berdoa supaya Allah membinasakan kaum kafir tersebut. Padahal pada saat itu, Beliau punya kuasa dan sangat bisa sekali apabila hendak melakukannya.
Subhanallah, betapa mulia akhlak Rasulullah. Betapa mulia akhlak manusia pilihan itu, yang meskipun dilempari batu, diludahi, dicaci maki, disiksa, dan lain sebagainya, tetapi tidak menaruh dendam sama sekali. Sehingga, pada saat Beliau mempunyai kesempatan, pada saat Beliau mempunyai kekuatan, tidak sedikit pun Beliau manfaatkan untuk pembalasan dendam. Maha Suci Allah yang telah menjaga Rasul-Nya dari sifat-sifat tercela.
Mungkin perlu saya tulis sebuah kisah menarik yang hanya merupakan salah satu contoh dari mulianya akhlak Rasulullah SAW. Pada saat itu, di sebuah tempat di Makkah, terdapat seorang pengemis buta yang selalu meneriakkan “Bunuh Muhammad! Hancurkan dia”. Setiap hari, dia selalu meneriakkan kata-kata tersebut. Tetapi setiap hari pula, selalu datang orang yang tak dikenalnya, yang memberikan makanan kepadanya, menyuapinya dengan perasaan kasih sayang, yang bahkan, karena orang tersebut sudah tua, sebelum disuapkan makanan, dikunyahnya terlebih dahulu supaya bisa ditelan oleh orang tua itu. Suatu hari, orang tua tersebut merasakan sesuatu yang lain daripada biasanya. Maka bertanyalah ia kepada orang yang menyuapinya itu. “Anda bukan orang yang biasa memberikan makanan kepada saya. Dia biasanya memberikan makanan dengan lembut kepada saya. Sebelum disuapkannya, selalu dikunyah terlebih dahulu makanan tersebut supaya bisa saya telan. Kemanakah orang yang biasa memberikan makan kepada saya?” tanya pengemis tua tersebut. “Beliau sudah wafat,” jawab Abu Bakar. “Jika begitu, siapakah engkau wahai tuan?” “Aku Abu Bakar,” jawab Abu Bakar. “Wahai tuan Abu Bakar, siapakah sebenarnya yang datang setiap hari memberikan makanan untukku?” tanya pengemis tua itu. “Beliau adalah Rasulullah Muhammad SAW,” jawab Abu Bakar. Begitu kata-kata itu disebutkan oleh Abu Bakar, tersentaklah hati orang tua itu. Dia begitu tidak percaya bahwa orang yang selama ini diterakkannya untuk dibunuh, ternyata orang itu juga yang memberikan makanan untuknya setiap hari. Dia menangis tersedu-sedu. “Wahai Abu Bakar, saksikanlah, Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah”.
Dari kisah tersebut bisa kita petik hikmah betapa mulianya hati seorang Rasul Muhammad SAW. Kisah tersebut hanya merupakan satu dari sekian ribu banyak kisah yang mungkin pernah kita dengar. Untuk menegakkan agama Allah saja, Rasul tidak pernah menggunakan kekerasan, bagaimana bisa orang-orang yang tidak berakal itu menyebut Rasulullah sebagai inovasi kejahatan?
Mungkin tepat apa yang dikatakan oleh tokoh Islam radikal yang dianggap sebagai teroris oleh orang-orang Barat, Osama bin Laden. “Kami tidak menyerang. Tetapi kami menyerang setelah kami diserang. Kami tidak mau tinggal diam. We love deaths, but US love live. That the big difference between us!”

posted under | 0 Comments

PDA, Komputer dalam Genggaman

Mobilitas manusia telah mendorong pesatnya perkembangan teknologi PDA. Kini, perangkat yang berukuran mungil tersebut tidak lagi sebatas asisten pribadi untuk menyimpan data nama, alamat dan catatan harian saja. Lebih dari itu, PDA telah berubah menjadi komputer pribadi. Hampir semua aplikasi komputer terkini sudah bisa dioperasikan dari peranti dalam genggaman tangan.

Perkembangan teknologi telah membuat PDA kini bisa dipakai untuk mengetik, mengolah angka, desain grafis, presentasi, multimedia dan koneksi ke jaringan internet. Desain PDA yang masih tetap mungil menyebabkan banyak orang yang lebih menyukainya dibandingkan komputer ataupun notebook yang besar. Bahkan, kepopulerannya telah membuat pabrikan telekomunikasi mengintegrasikan PDA ke dalam telepon seluler (handphone).

Tipe PDA berdasarkan catatan sejarah perkembangannya dapat dibagi ke dalam tiga jenis. Pembagian ini berdasarkan pada sistem operasi yang digunakan yaitu, PALM, Psion, dan Pocket PC. Perangkat Palm menggunakan sistem operasi Palm. Untuk input data, digunakan stylus. Sedangkan PDA jenis Psion, bentuknya mirip dengan notebook yang dilengkapi dengan keyboard mungil. Sistem operasinya memakai EPOC. Kemudian tipe ketiga, Pocket PC adalah perangkat yang memakai system operasi Windows CE. Sama dengan Palm, pengoperasiannya menggunakan stylus.

Setelah sempat stagnan pada tahun 2003, kini para pabrikan PDA berusaha bangkit dengan inovasi baru. Tahun 2004 banyak bermunculan teknologi baru yang berpusat pada penyatuan antara komunikasi suara dan data. PDA menjadi semakin kecil dan mengarah ke bentuk yang lebih trendy. Tidak hanya sebagai penunjang untuk menyelesaikan pekerjaan, namun juga sebagai sarana hiburan yang menarik dan mengasyikkan. PDA kini berubah menjadi peranti yang mampu mendukung mobilitas manusia sehari-hari untuk menjalani hidup, bekerja, dan bermain.

Ini bisa terjadi, karena muncul persaingan yang ketat antara pabrikan pembuat PDA. Mereka terus mengembangkan teknologi yang semakin memudahkan penggunaan PDA. Akibatnya selain perangkat keras, seperti processor, maka teknologi perangkat lunak atau software pun turut berkembang. Seiring dengan perkembangan teknologi internet tanpa kabel alias Wi-Fi, maka sarana tersebut menjadi standar pada PDA.

Rata-rata PDA saat ini sudah memakai teknologi processor yang bisa berlari “kencang”. PDA kelas menengah ke atas memakai model processor yang memiliki kecepatan di atas 300 MHz. Sehingga perkembangannya sudah mengarah kepada multimedia yang lebih kompleks. Tidak lagi sebatas mendengarkan lagu ataupun menonton film. Penggunaan multimedia dicirikan dengan semakin cerahnya layar PDA yang didukung dengan resolusi tinggi.

posted under | 0 Comments

Tips Membeli Komputer

Pada saat hendak membeli sebuah komputer, kadang kita terperosok kepada gengsi dan mencari spesifikasi komputer yang tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Sering saya menemui customer yang hendak membeli komputer dengan spesifikasi yang sangat tinggi dengan harga yang sangat menguras kantong, padahal kebutuhannya hanya untuk pekerjaan/aplikasi kantoran, seperti word dan excel. Ya, saya sebagai penjual sih, terima aja. Kenapa tidak.
Ada beberapa hal yang sebetulnya perlu diperhatikan apabila kita hendak membeli komputer. Nah, mungkin saya bisa merangkumnya dalam tips berikut ini.
1. Sesuaikan spesifikasi komputer dengan kebutuhan Anda. Apabila kebutuhan Anda hanya untuk aplikasi perkantoran, cukup Celeron saja lah. Gak perlu mengumbar uang untuk sekadar gengsi.
2. Jangan hanya berpatokan pada satu toko. Cobalah menanyakan harga dengan spesifikasi yang sama pada beberapa toko. Kemungkinan besar Anda akan mendapatkan harga yang berbeda.
3. Jangan hanya tergiur dengan harga murah. Tanyakan masalah garansi juga kepada toko tersebut. Kebanyakan toko yang memberikan harga murah, tidak bersedia mengirimkan teknisinya untuk bekerja di tempat Anda.
4. Jika ada waktu, cobalah mencari review dari produk yang ada dalam spesifikasi tersebut terlebih dahulu sebelum Anda membelinya. Cari kelebihan dan kekurangannya. Jangan malu untuk bertanya.

posted under | 0 Comments

Chatting (bisa) Membawa Manfaat

Hmm…. Akhirnya selesai juga yah. Walaupun kelihatannya belum memuaskan, tapi cukuplah untuk blog pertama. Akhirnya jadi belajar tentang blog dech. Ini postingan pertama juga, aku buat dari MS Word lho! Hehehehehe, lumayan teknologi ternyata begitu berguna.

Bermula dari sekadar chatting, akhirnya aku bisa membentuk komunitas pengajian di tempat kerjaku. Oh ya, perkenalkan dulu. Aku adalah seorang wiraswasta di bidang komputer. Kantorku di salah gedung di Denpasar-Bali, Rimo Trade Center. Di situ merupakan pusat komputer terbesar di Bali. Jadi, karena merupakan pusat penjualan komputer, ada banyak show room di sini. Kalau boleh dihitung sih, ada seratusan lebih lho! Makanya karena saking banyaknya, kadang-kadang orang jarang bertemu. Sehingga untuk membuat sebuah komunitas, apalagi komunitas pengajian, susahnya minta ampun.

Tapi Alhamdulillah, Allah membukakan jalan. Lewat perantaraan chatting dengan beberapa rekan netter (ya, temen-temen dari Rimo juga, tapi karena tidak bisa bertemu, akhirnya bertemunya di chat room) akhirnya komunitas pengajian bisa terbentuk. Awalnya dari ide buka puasa bersama, pada tahun lalu, yang kemudian dilanjutkan setiap bulannya. Ya, aku merasa, teknologi kalau bisa dimanfaatkan bisa membawa keridaan Allah. Tergantung pada manusianya, bagaimana memanfaatkannya. Tul gak?

Yang kedua, saat ini sedang asyik-asyiknya nich dibicarain. Lagi-lagi lewat chatting. Ya, Insya Allah pada bulan syawal besok akan diadakan reuni. Nah, karena reuni, yang dulu kami sama-sama belajar di Jogja, jadinya tercerai berai tidak keruan. Ada yang di Jakarta. Ada yang di Purwokerto. Ada yang masih tetep di Jogja (karena memang penduduk asli Jogja, (). Sedangkan aku sendiri, sekarang sedang terdampar di Bali. Uhhh…..

Alhamdulillah, lewat perantaraan chatting itulah, bahkan, kami membentuk struktur kepanitiaan, mengatur acara, dan banyak sekali diskusi lainnya. Hmmm… Subhanallah, teknologi memang luar biasa. Apalagi yang menciptakan teknologi, pasti lebih dan lebih, dan lebih ruuuuaaaarrrrr biasa. Allahu Akbar.

Ya, intinya sih, segala sesuatu tergantung dari siapa yang memegangnya (kata pujangga sih). Kalau pisau dipegang oleh orang yang akhlaknya buruk, bisa jadi dipakai untuk membunuh orang, tetapi kalau pisau dipegang oleh orang yang akhlaknya baik, Insya Allah bisa menjadi manfaat bagi orang-orang sekitarnya. Jadi, chatting sih, gak sekadar untuk ngobrol yang gak perlu aja. Tul gak?

Semoga Allah selalu meridai langkah yang telah, sedang, dan akan kita tempuh. Amin.

posted under | 0 Comments
Postingan Lebih Baru Beranda