Menghitung Kapasitas Hard Disk

Menemukan Kapasitas Hard Disk yang hilang


As used for storage capacity, one megabyte (MB) = one million bytes, one gigabyte (GB) = one billion bytes, and one terabyte (TB) = one trillion bytes. Total accessible capacity varies de­pend­­ing on operating environment.

http://www.wdc.com/en/products/Products.asp?DriveID=329



Pembacaan kapasitas hard disk pada sebuah sistem (baca Windows), seringkali atau bahkan selalu, tidak se­­suai dengan kapasitas yang tertera pada fisik hard disk tersebut. Sebagai contoh, sebuah hard disk ber­ka­­pa­si­tas 80 GB secara fisik, akan terbaca sebagai 74,5 GB (kurang lebih) setelah diformat. Semakin besar ka­pa­­sitas hard disk, semakin besar pula kapasitas yang “hi­lang”. Sebetulnya hal ini merupakan sebuah hal yang wa­jar. Namun apabila kita tidak mengetahui ba­gai­mana cara menghitung kapasitas hard disk yang be­nar, ma­ka kita akan bingung dengan “hilang”-nya ka­pa­­si­tas hard disk tersebut.
Sebagaimana dikutip dari web western digital di atas, produsen hard disk menggunakan sistem desimal un­tuk menghitung kapasitas hard disk yang di­produk­si­nya. 1 MB = 1.000.000 bytes. 1 GB = 1.000.000.000 by­tes. 1 TB = 1.000.000.000.000 bytes. Bytes merupakan ukuran terkecil dalam satuan kapasitas komputer, dan untuk sementara ini Terrabytes (TB) merupakan satuan terbesar yang bisa ditemukan dalam kapasitas Hard Disk.

Mari kita hitung
Sedangkan pada windows, sistem membaca 1 KB = 1024 bytes, 1 MB = 1024 KB, dan seterusnya. Tidak saya kalikan perhitungannya di sini seperti di atas, su­pa­ya kita mudah membacanya. Sehingga, apabila se­buah hard disk berkapasitas 80 GB, maka

Kapasitas pabrik = 80GB x 1.000.000.000 = 80.000.000.000 bytes

Kapasitas di sistem (dihitung secara runut dari kapa­sitas terkecil)

80.000.000.000 / 1024 = 78.125.000 KB
78.125.000 / 1024 = 76.293,94531 MB
76.293,94531 / 1024 = 74,50581 GB

Sehingga, sebuah hard disk yang berkapasitas 80 GB secara fisik akan terbaca sebagai 74,5 GB (kurang le­bih) pada saat dibaca oleh sistem.

posted under | 0 Comments

Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW - ‘Aisyah r.a.

Tulisan ini saya ‘jiplak’ seluruhnya dari Buku Muhammad SAW The Super Leader Super Manager, karangan ustadz Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec, cetakan ke IX, April 2008, halaman 302-304, tanpa mengurangi ataupun menambahi dengan maksud memberikan pencerahan kepada ummat tentang tuduhan-tuduhan yang tidak benar yang dilontarkan kepada Rasulullah. Kepada ustadz Syafii Antonio, mohon maaf, saya tidak memohon izin terlebih dahulu. Apabila tidak berkenan, bisa kami hapus dari Web ini.

Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW - ‘Aisyah r.a.

Seperti diketahui bahwa sebagian orientalis yang membenci Islam dan ummat Muslimin menyerang pribadi Rasulullah SAW dengan mempergunakan riwayat bahwa ‘Aisyah r.a. dinikahkan pada umur 6 tahun dan baru umur 9 tahun serumah dengan Nabi Muhammad SAW. Mereka menuduh Rasulullah SAW seorang yang menikah dengan anak di bawah umur.

Ada dua alasan yang dapat dikemukakan dalam hal ini. Pertama dengan asumsi hadits Aisyah berumur 9 tahun dapat dijadikan hujjah dan kedua jika hadits tentang umur Aisyah bermasalah. Jika kita mengasumsikan kehujjahan hadits umur Aisyah tidak bermasalah, jalan paling objektif melihat umur pernikahan Aisyah dengan Rasulullah SAW adalah dengan mengkaji sebab pernikahan dan analisa sosiologis budaya Arab saat itu.

Aisyah dipersunting oleh Rasulullah SAW berdasarkan perintah Allah melalui wahyu dalam mimpi beliau. Rasulullah SAW mengisahkan tiga mimpi beliau kepada ‘Aisyah, “Aku melihatmu dalam mimpiku selama tiga malam, ketika itu datang bersamamu malaikat yang berkata: ini adalah istrimu. Lalu aku singkap tirai yang menyembunyikan wajahmu, lalu aku berkata sesungguhnya hal itu telah ditetapkan di sisi Allah. ” (HR Bukhari Muslim)

Perlu dicatat Aisyah juga merupakan istri Rasulullah SAW satu-satunya yang dipersunting di waktu gadis dan muda. Keadaan ini sangat penting untuk menginformasikan kepada ummat tentang berbagai aspek kehidupan keluarga yang membutuhkan arahan hukum dan suri tauladan Rasulullah SAW. Hal ini tidak mungkin bisa diinformasikan kecuali melalui orang terdekat yang serumah dengan beliau dan memiliki cukup waktu dan tenaga untuk mencatat dan mendakwahkannya kembali kepada ummat. Adalah rahasia Ilahi memilih Aisyah untuk mengemban tugas ini. Menurut berbagai kajian, sepeninggal Rasulullah SAW, Aisyah mengisi hari-harinya dengan mengajarkan Al-Qur’an dan Hadits dibalik hijab bagi kaum laki-laki pada masanya.

Perlu ditambahkan juga usia pernikahan memang sangat relatif dari satu masyarakat ke masyarakat lain dan dari seorang gadis ke gadis lain demikian juga dari seorang pria ke pria lain. Untuk masyarakat perkotaan modern usia pernikahan seorang wanita berkisar dari 20 hingga 25 tahun. 25 tahun biasanya sudah dianggap terlambat dan puncaknya adalah 30, di atas 30 semakin berat seorang gadis melawan anggapan “gadis yang belum laku” atau “terlalu pilih pilih alias jual mahal”.

Lain halnya dengan masyarakat pedesaan sangat banyak sekali gadis-gadis desa menikah tidak lama setelah lulus Sekolah Dasar (SD). Saat itu kebanyakan usianya berkisar antara 12 hingga 14 tahun. Boleh jadi masyarakat Arab Badui yang belum mengenal sekolah formal seperti saat ini tidak terlalu berbeda dari masyarakat pedesaan di Indonesia yang menikahkan purti-putrinya tidak lama setelah usia SD. Dari kualitas keilmuan dan kepandaiannya, Aisyah menunjukkan ia jauh lebih dewasa dari umurnya dalam keilmuan dan kepribadian.

Di samping alasan pertama tadi ada baiknya kita lihat penelitian terhadap hadits Aisyah seperti berikut ini. (379) Hadits mengenai umur ‘Aisyah r.a. tatkala dinikahkan adalah problematis alias dha’if (lemah). Beberapa riwayat yang termaktub dalam buku-buku Hadits berasal hanya satu-satunya dari Hisyam bin ‘Urwah yang didengarnya sendiri dari ayahnya. Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan tentang umur pernikahan ‘Aisyah r.a. tersebut. Bahkan tidak oleh Abu Hurairah ataupun Malik ibn Anas. Itupun baru diutarakan Hisyam tatkala telah bermukin di Iraq. Hisyam pindah bermukim ke negeri itu dalam umur 71 tahun.

Mengenai Hisyam ini Ya’qub ibn Syaibah berkata, “Apa yang dituturkan oleh Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke Iraq.” Syaibah menambahkan, bahwa Malik ibn Anas menolak penuturan Hisyam yang dilaporkan oleh penduduk Iraq. (380) Termaktub pula dalam buku tentang sketsa kehidupan para perawi hadits, bahwa tatkala Hisyam berusia lanjut ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah Al-Athriyyah, Jilid 4, hal. 301). Al-hasil, riwayat umur pernikahan ‘Aisyah r.a. yang bersumber dari Hisyam ibn ‘Urwah, tertolak.

Untuk selanjutnya terlebih dahulu dikemukakan beberapa peristiwa penting secara kronologis:

Pra-610M : Zaman Jahiliyah.
610 M : Permulaan wahyu turun
610 M : Abu Bakr r.a. masuk Islam
613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka
615 M : Ummat Islam Hijarah I ke Habasyah
616 M : Umar bin al Khattab masuk Islam
620 M : ‘Aisyah r.a. dinikahkan
622 M : Hijrah ke Madinah
623/624 M : ‘Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW

Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakr r.a. dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah, artinya sebelum 610 M. (381)

Jika ‘Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti ‘Aisyah lahir pada tahun 613 M. Padahal menurut Tabari semua keempat anak Abu Bakr r.a. lahir pada zaman Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610 M. Al-hasil berasar atas Tabari ‘Aisyah r.a. tidak dilahirkan 613 M melainkan sebelum 610 M. Jadi kalau ‘Aisyah r.a. dinikahkan sebelum 620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun. Kalau di atas 13 tahun, dalam umur berapa? Untuk itu marilah kita menengok kepada kakak perempuan ‘Aisyah r.a., yaitu Asmah.

Menurut Abd al-Rahman ibn Abi Zannad, “Asmah 10 tahun lebih tua dari ‘Aisyah r.a.” (382) Menurut Ibn Hajar al Asqalani, Asmah hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 74 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani. Taqrib al-Tahzib, hal. 654). Artinya, apabila Asmah meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal dalam tahun 73 atau 74 Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga ‘Aisyah berumur (27 atau 28) - 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu hijrah. Dengan demikian berarti ‘Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW pada waktu berumur 19 atau 20 tahun. Wallahu a’lamu bi al-shawab.

(379) Abdurrahman, .Muh. Nur. 2002. “Wahyu dan Akal Iman dan Ilmu,” Kolom tetap Harian Fajar, Makassar, 29 Desember 2002.

(380) Ibn Hajar al-’Asqalani. Tahzib al-Tahzib. Dar Ihya al-Turats al-Islami, Jilid II, hal. 50.

(381) Al-Thabari. Tarikh al-Mamluk, Jilid 4 hal. 50. Tabari meninggal 922 M.

(382) Al-Zahabi. Muassasah al-Risalah. Jilid 2. Hal 289.

posted under | 0 Comments

Nge-blog di kereta

Hmmm... pagi yang cerah. Harus bangun pagi-pagi sekali. Jam 3 pagi sudah harus bangun. Jam 4 sudah keluar rumah, berangkat menuju kantor kereta api. Ya, maklumlah di Denpasar khan tidak ada stasiun karena memang di sana tidak ada kereta api, sehingga dari Denpasar ke Banyuwangi diangkut bus. Tepat jam 5 pagi, bus berangkat menuju Banyuwangi.
Nah, yang menjadi sesuatu yang menarik, anakku hari ini pertama kali naik kereta api. Setelah lama menunggu-nunggu dan pengen naik kereta api, setelah berumur 5 tahun lebih beberapa hari, baru kesampaian naik kereta api. Bisa dibayangkan dech bagaimana reaksinya. Meskipun hanya tidur beberapa jam saja semalam, sekarang tuh, lagi ceria-cerianya. Menikmati pemandangan di sisi kanan dan kiri kereta.
Gerbong yang mengangkut kami tepat di belakang lokomotif. Oh ya, kami naik kereta api Mutiara Timur, jurusan Banyuwangi - Surabaya. Kebetulan dapat kereta eksekutif. Lumayan, begitu masuk sudah disambut, diberikan bantal. Kali-kali kalau pengen tidur ya. Hehehehehe. Ruangannya pun lumayan bagus. Lebih keren dari bus eksekutif. Ada sandaran kaki di bawah. Lantainya seperti pada lantai pesawat, ya meskipun bahannya beda sih. Ada AC-nya lagi. Lengkap deh. Meskipun tepat di belakang lokomotif, namun tidak terdengar suara berisik. Hal ini karena gerbong kami ditutup pintunya dari arah depan dan belakang.
Nah, daripada diam termangu menunggu tidak jelas, mending ngetik di blog. Hehehehe. Kutancapkan Huawei-ku, sesaat menunggu, zep..... dapat GPRS. Gak masalah dech, daripada tidak bisa koneksi internet sama sekali. Mulailah tuts keyboard satu per satu aku hentakkan.
Eh, petugas kereta datang.... Menanyakan tiket makan. Pas pesen tiket kemarin sih, tidak dikasih tahu dapat makan. Tapi tadi, pas hendak berangkat, diberi kupon makan. Lumayan untuk sarapan. Sebentar ya....., dikasih aqua nich.
Tiba-tiba saja kereta terhenti, setelah berjalan kurang lebih 5 menit dari Stasiun Banyuwangi, stasiun paling timur di ujung Jawa. Biasanya sih karena ijin untuk lewatnya belum dibuka. Ya, untuk kereta, beberapa meter sebelum masuk atau keluar stasiun, terdapat sebuah tower yang kurang lebih terdapat 2 atau 3 tanda bulat merah. Apabila bagian yang paling atas letaknya masih sejajar, belum naik, kereta yang hendak masuk ke stasiun ataupun yang keluar dari stasiun belum bisa lewat. Apabila yang paling atas sudah naik, kira-kira sudut derajatnya 60, kereta sudah boleh lewat. Itu sih sepengetahuanku ya. Mungkin juga salah.
Nah, ini yang unik juga dari kereta. Setiap jalan, seringkali membunyikan bel. Nguuuuuunnngggggg...... Tidak seperti bus atau kapal laut. Kalau bus, hanya sesekali saja membunyikan klaksonnya. Kapal laut pun demikian, hanya pas hendak berangkat atau berlabuh saja membunyikan klaksonnya.
Wah, sarapan sudah di depan mata nich. Makan dulu ah.....

posted under | 1 Comments

AVG Free Versi 8.0

Tiba-tiba saja muncul peringatan di layar laptopku bahwa AVG 7.5 per Tanggal 31 Mei 2008 tidak akan bisa diupdate lagi. Dan di peringatan tersebut tidak disebutkan adanya versi 8.0. Yah, dengan perasaan dag-dig-dug, coba aku klik tombol upgrade. Jika memang tidak gratis, mungkin cari Antivirus lainnya yang gratis kali ya! :)
Ternyata, versi Free-nya masih ada. Uh, leganya. Segera download yang versi Free. Instal, dan..... wow.
Tampilan OK punya, keren banget dech. Fitur, bertambah nich. Ada beberapa tambahan. Spyware protection-nya udah diincludin di versi yang free ini. Kemudian ada AVG Safe Search 8.0. Ada AVG Security Toolbar juga loh! Wah....
Ya, pertama coba diinstall dulu dech semuanya. Ternyata, ada beberapa hal yang tidak (baca:kurang) menyenangkan bagiku :D. Hal ini dikarenakan beberapa fitur baru tersebut membuat komputerku lambat (padahal memory sudah 1 gb, hehehehehehe). Lambatnya pas browsing internet. Makanya, kemudian feature Safe Search-nya tak disable. Untuk Toolbarnya sih lumayan. Kita bisa langsung update antivirus ini dari toolbar tersebut. Tapi tetep, gak sreg dech. Disable juga. :D
Satu hal yang agak memberatkan juga, ukuran file downloadnya lumayan besar. 45 mb-an. Selain itu, update-nya juga masih agak susah. Apa karena masih baru ya? Sehingga server update-nya masih sering terputus koneksinya. Padahal koneksi internetku bagus.
Terlepas dari itu semua, AVG telah menyediakan solusi AntiVirus dan AntiSpyware yang cukup canggih, dan ini yang terpenting, GRATIS! :)

posted under | 0 Comments

Rihlah di Bedugul


Kupacu mobilku ketika waktu menunjukkan pukul 16.30 WITA, Sabtu sore, ketika mentari telah sedikit tergelincir ke barat dan sinarnya yang kekuningan menyilaukan, menusuk mata melalui kaca depan mobilku. Meluncur menuju bedugul, untuk sebuah momen weekend yang telah direncanakan beberapa hari sebelumnya, bersama istri tercintaku dan buah hati kita berdua.
Siangnya, kusempatkan diri untuk sekadar browsing, mencari-cari penginapan yang kira-kira cocok suasananya untuk melepas malam. Sebuah hotel menarik perhatianku setelah googling agak lama. Enjung Beji Resort, sebuah hotel yang terletak persis di pinggir Danau Beratan, objek wisata yang sangat terkenal di bedugul itu.
Satu hal yang sedikit merisaukan hatiku pada saat itu adalah apabila resort tersebut telah terisi penuh. Ya, yang penting sampai di bedugul dulu. Apabila ternyata resort tersebut sudah terisi penuh, aku akan mencari hotel lain yang berada di sepanjang bedugul. Apabila tidak menemukan kamar kosong, paling parah, aku dan keluarga akan kembali ke Denpasar, malam itu juga.
Alhamdulillah, sesampainya di Enjung Beji Resort, masih terdapat beberapa kamar yang kosong. Segera aku booking sebuah kamar, yang terletak kurang lebih 50 m dari pinggir danau. Agak lumayan sih rate-nya, namun hal itu sesuai dengan apa yang kami dapatkan. Sebuah kamar yang terkesan tradisional modern, dengan ruang yang cukup lapang untuk tiga orang. Fasilitas air panas pun tersedia. Ya, hal ini perlu diperhatikan apabila kita berwisata ke bedugul, karena sudah hampir dapat dipastikan, dinginnya udara akan menusuk tubuh. Oh ya, satu hal lagi mengenai kamarnya, setelah aku perhatikan, kamar tersebut terletak di atas kolam. Kesan terapung sepertinya ingin ditampilkan di resort ini.

Masjid di atas bukit
Adzan maghrib menyadarkan kami akan tugas dan kewajiban yang telah menunggu. Setelah mengendarai mobil kurang lebih sepuluh menit, sampailah kami pada sebuah masjid yang terletak di atas bukit, di dusun Candi Kuning. Bedugul sendiri sebetulnya terletak di atas bukit, namun masjid ini, terletak lebih ke atas. Bertarung melawan hawa dingin yang menusuk, kami langkahkan kaki setapak demi setapak menaiki tangga untuk menuju masjid, karena di sini mobil di parkir di bawah dan harus berjalan kaki untuk menuju masjid. Sebuah masjid yang sangat besar, dengan menara yang terpancang ke atas tiba di hadapan kami. Jangan heran ya! Dusun Candi kuning yang masuk wilayah kelurahan Baturiti (kalau gak salah ya!) memang mayoritas penduduknya muslim. Sehingga berbeda dengan Denpasar, apabila telah datang waktu sholat, adzan akan berkumandang dan terdengar dari berbagai sudut dusun ini. Semenit kemudian, kami berdiam dalam kenikmatan khusyu', bersama warga masyarakat di sekitar masjid, menikmati undangan dari Rabb yang Maha Agung.
Satu hal yang membuat saya salut, meskipun weekend, pemuda-pemudi di dusun ini tidak berkurang semangat untuk belajar mengaji. Lima belasan pemuda-pemudi, dibimbing seorang ustadz, duduk melingkar mengumandangkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Tak peduli dengan hawa dingin yang menusuk. Tak peduli dengan malam minggu yang datang.

Kuliner
Dikarenakan mayoritas penduduknya muslim, tidak susah di daerah bedugul ini mendapatkan makanan yang Insya Allah "Halal". Berbagai restoran dan warung terbentang di sepanjang danau, dengan nama-nama khas yang dengan menutup mata pun, kita bisa melihat bagaimana kehalalan restoran atau warung makan tersebut. Barokah, Ash-Shidiq, dll, sebuah nama yang diadopsi dari kebudayaan muslim tersebar di sana. Satu hal lagi, yang ini umum terjadi di Bali, apabila kita memasuki sebuah restoran, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya, "Adakah sertifikat Halalnya?" Pertanyaan semacam ini sudah biasa dilayangkan apabila kita memasuki sebuah restoran. Dan Insya Allah, orang-orang di sini sudah paham tentang pertanyaan tersebut. Dan apabila kita masih ragu, jangan sungkan pula meminta untuk diperlihatkan sertifikat tersebut, karena biasanya, sertifikat ini dipajang di tempat-tempat yang mudah untuk dilihat.

Hawa dingin yang menusuk
Sebagaimana umumnya dataran tinggi, memasuki malam hari, hawa dingin akan semakin kencang menusuk tubuh. Berjalan-jalan menyusuri kawasan resort, jaket terus aku kenakan. Dengan penerangan yang minim, ditambah hawa dingin yang terus menusuk, akhirnya kami memilih untuk tinggal di dalam kamar. Waktu telah menunjukkan pukul 21.00 WITA. Meskipun tidak sedingin di Telaga Sarangan (hmmm.... jadi kepikiran masa lalu yang begitu indah bersama mantan pacarku, yang sekarang telah menjadi istriku :)), tetap saja hawa dingin menusuk tubuh. Berkali-kali aku bercanda dengan anakku untuk mematikan AC. "Orang gak ada AC-nya Pa!", katanya.
Selimut tebal dan bad cover menjadi kewajiban membalut tubuh, ditambah dengan celana panjang dan kaos kaki. Sebelumnya, juga telah berendam dengan air hangat. Sekali-kali aku coba untuk mengeluarkan tanganku dari selimut, ternyata, brrr.... dinginnya minta ampun.

Indahnya Ciptaan Allah
Sinar mentari menerobos melalui celah-celah pepohonan, membubarkan kumpulan embun pagi hari yang dingin dan menggantinya dengan kehangatan alam. Setelah mandi dan berkemas, kami bergegas melangkahkan kaki menuju tepi danau, untuk menikmati sarapan dan indahnya danau yang terbentang luas di bumi Allah ini. Hmm.... bayangkan, sarapan di pinggir danau di pagi hari sambil menikmati roti bakar dan omelette. Alhamdulillah, kenikmatan ini datangnya darimu ya Allah. Anak kami yang masih kecil pun tidak ketinggalan menikmatinya.
Melayangkan pandang seluas batas, akan tampak ayat-ayat Allah yang begitu mempesona. Subhanallah. Rimbunnya dedaunan di hutan yang tercetak hijau di atas sana, desir air yang terwadahi dalam waduk yang tak pernah surut, kencangnya hembusan angin yang memetik dawai-dawai alga di permukaan air, udara dingin segar yang terembus di bawah pohon tempatku duduk, sinar mentari yang segera menghangat tubuh, dan sejuta kenikmatan lain yang dicipta oleh Allah untuk manusia. Subhanallah.
Di tempat ini, ada sebuah tempat yang cukup menarik untuk dijadikan sebagai objek pengambilan foto. Apabila sempat ke bedugul, jangan berhenti hanya di objek Danau Beratan-nya saja. Naik sedikit dari arah danau, kita akan berjalan di jalan raya persis di pinggir danau. Kurang lebih 10 meter setelah melewati masjid, di sebelah kanan jalan terdapat sebuah objek wisata yang disebut sebagai taman bunga. Di pinggir danau di belakang taman bunga ini, terdapat meru (semacam pura dengan atap bertumpuk yang sangat tinggi), yang apabila kita berpose di depannya, akan tampak bahwa kita benar-benar berada di Bali. :D



Sebuah pengalaman yang luar biasa telah Allah anugerahkan untukku dan keluargaku. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.

posted under | 3 Comments

Mengeset ukuran kertas pada CorelDraw X3

Mumpung ingat, sekalian posting.
Untuk membuat sebuah brosur, terkadang kita menggunakan ukuran kertas yang, kalau boleh aku bilang, tidak normal. Tidak normal di sini, berarti ukuran yang tidak umum digunakan oleh desainer (amatir mungkin ya). Sebagaimana aku sendiri, sering menggunakan ukuran kertas yang agak-agak aneh, yang penting tujuan awal dari bentuk yang aku inginkan tercapai. Seperti sekarang membuat brosur dengan ukuran kertas 50 x 20 cm lipat tiga.
Nah, pada beberapa program seperti Corel, hal ini akan menjadi masalah pada saat kita hendak mencetaknya. Biasanya, ukuran kertas default pada printer adalah letter atau A4. Kita harus mengubah ukuran kertas ini sebelum mencetaknya ke printer. Jika tidak, sebagian dari desain kita akan hilang.
Untuk mengubah ukuran kertas pada printer, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Supaya desain yang akan tercetak pada printer bisa kita lihat di layar monitor, lebih baik desain tersebut kita print preview dulu. Klik File -> Print Preview.



Gambar sebelum ukuran kertas diubah


2. Kemudian, klik pada Print Option (lihat gambar)



3. Setelah muncul kotak dialog Print Option (seperti gambar di bawah), klik pada properties.



4. Kemudian, klik pada tab Page Setup (Saya menggunakan Canon iP1880, jika menggunakan printer lain, pilih pada ukuran kertas sesuai dengan pilihan yang ada pada printer tersebut). Pilih Page Size. Pada drop down-nya, pilih Custom.



5. Setelah itu akan muncul kotak dialog ukuran kertas. Isikan sesuai dengan ukuran kertas yang Anda inginkan. Sepertinya untuk ukuran kertas ini, harus sedikit mengingat matematika ya, karena biasanya ukuran mm, jadi yang ukuran cm harus dikonversi ke mm dulu. :D



6. Klik tombol OK 3 kali.

7. Tampilan pada print preview akan seperti ini, dan siap dicetak.



posted under | 1 Comments

Kembali ke ... Printer Canon


Akhirnya, setelah melupakan printer canon sekian lama, hari ini aku kembali lagi menggunakannya. Canon iP1880. Sebelumnya sempat ber-"carut-marut" dengan printer Epson, terutama untuk print dalam jumlah yang besar. Ternyata, Canon masih lebih handal dalam hal kecepatan.
Ditambah lagi, Canon tidak membutuhkan "replace ink cartridge" seperti pada Epson C90 yang sebelumnya aku pakai. Memang pada Canon, setelah beberapa lembar printing, akan ada jeda waktu kurang lebih 2-3 detik untuk mempersiapkan dirinya menge-print kembali. Akan tetapi, ini yang sebetulnya aku cari, KECEPATAN. Luar biasa kecepatannya.
Sempat nyesel juga sih, kenapa dari kemarin-kemarin tidak berpaling ke Canon. Ya, karena termakan oleh omongan teman, yang mengatakan bahwa printer Canon apabila dimodifikasi, akan banjir di bagian bawahnya (gabus, tempat untuk menampung tetesan tinta). Akan tetapi, sekali lagi ini yang aku butuhkan, KECEPATAN. Printer Canon jauh lebih cepat mencetaknya daripada Epson, meskipun dalam mode full colour, standard.
Awalnya tidak sengaja melihat kecepatan printer Canon. Ceritanya, seorang customer membeli printer Canon dan minta sekalian dipasangkan di kantornya. Ternyata, setelah dites, aku sendiri terkagum-kagum dengan kecepatan cetak printer ini. Dan, jadilah, aku ambil Canon, dimodifikasi, dan dipakai untuk cetak brosur.
Tapi ada satu kelemahan memang yang terdapat pada printer Canon ini, yaitu tidak bisa menyimpan ukuran kertas secara langsung. Sehingga apabila kita menggunakan ukuran kertas yang ukurannya "tidak normal", kita harus mengeset dulu ukuran kertas tersebut pada saat pertama kali hendak menge-print. But that's not a big problem. Yang penting kecepatan cetaknya. :D

posted under | 2 Comments

Ayat-Ayat Cinta


Menonton film Ayat-Ayat Cinta memberikan sebuah hikmah kepadaku tentang indahnya Islam mengatur hubungan antara laki-laki dan wanita. Memberikan hikmah tentang indahnya Islam mengatur tata cara dan pola hubungan "perkenalan" antara laki-laki dan wanita yang akan menikah, atau yang lebih dikenal dengan Ta'aruf.
Pada masa sekarang ini, proses ta'aruf mungkin sudah banyak dilupakan oleh kalangan kaum muslimin. Isu-isu kesetaraan gender, pengaruh-pengaruh dari peradaban barat yang jahil, telah menyeret pemuda-pemudi Islam untuk lebih menuruti hawa nafsunya daripada mengikuti tata cara yang telah diajarkan oleh Islam. Maksud saya di atas, proses ta'aruf yang sesuai dengan nilai islami, bukan seperti yang dilegalkan pada saat ini, yaitu pacaran.
Sebagaimana kita lihat dalam film tersebut (meskipun ini hanya film, mungkin bisa terjadi di kehidupan nyata ya!), Fahri yang soleh, yang berusaha untuk mengikuti tata cara Islam, pada akhirnya mendapatkan seorang istri yang: "cantik, berkecukupan materi, taat, dan selalu berkomitmen untuk menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya". Pria mana yang tidak ingin mendapatkan istri "sempurna" seperti itu?
Lebih jauh lagi, saya terngiang dengan "surat cinta" yang diberikan Naura kepada Fahri.

Wahai orang yang lembut hatinya
Sudah lama aku selalu mengecap pahit
kelam oleh penderitaan
Aku tiada siapa pun kecuali Allah di hatiku
Tapi kau datang dengan cahaya
Aku ingin menjadi yang halal bagimu
Yang kan kau kecup keningnya
Kau hapus airmatanya

Coba kita garis bawahi dua kalimat berikut:
Aku tiada siapa pun kecuali Allah di hatiku, dan
Aku ingin menjadi yang halal bagimu

Dua kalimat di atas menunjukkan bagaimana seharusnya seorang laki-laki dan perempuan berhubungan menurut tata cara Islam, yaitu sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, dan hanya akan berhubungan dengan cara yang "halal". Halal di sini menyangkut banyak faktor yang harus diperhatikan.
Yang juga diangkat dalam film ini, adalah "pelurusan" opini publik terhadap masalah poligami. Tetapi saya tidak akan membahas permasalahan ini, karena sekali lagi saya tegaskan, saya bukan pelaku poligami, dan sampai saat ini belum terpikir (atau mungkin belum mampu ya!) untuk berpoligami. Coba baca artikel saya yang berjudul "Mengapa Pria Berpoligami".
Subhanallah, Islam memang begitu indah. Apalagi jika kita sebagai pengikutnya "kaffah" melaksanakan segala perintah Allah dan Rasul-Nya. Insya Allah.

posted under | 0 Comments

Mengapa Pria Berpoligami?


Dalam sebuah kesempatan berbincang dengan teman, muncul sebuah pertanyaan yang sebelumnya tidak pernah aku sangka. Kenapa pria berpoligami? Hmm... Pada saat itu aku cuman jawab: "apa ya?", sambil (sedikit) berusaha untuk mengalihkan pembicaraan ke arah lain. Karena terus terang, aku sendiri sebenarnya tidak tahu apa motivasi seseorang melakukan poligami. Karena aku bukan pelaku, dan untuk sementara ini (atau mungkin selamanya ya), tidak terpikir untuk berpoligami.
Terus terang, pertanyaan ini terus bergelayut di dalam otakku. Aku sendiri kemudian bertanya kepada diriku sendiri, seandainya saat ini, waktu ini, aku berpoligami, apa yang mendasariku untuk melakukan hal tersebut. Setelah lama merenung (hmm....) ternyata kudapatkan jawaban yang aku sendiri terkejut dengan jawaban tersebut. Hawa Nafsu.
Ya, apabila saat ini aku berpoligami, tak lain dikarenakan hanyalah hawa nafsu. Munafik apabila aku jawab aku berpoligami karena Allah dan Rasul-Nya, karena untuk menjalankan perintah-perintah lainnya aja, aku masih belum bisa. Sholat aja, sampai sekarang masih belum bisa benar-benar connect dengan sang Khalik.
Seperti yang aku bilang di atas, mungkin (sekali lagi mungkin, dan kayaknya ini kemungkin besar, 99% persen deh) selamanya aku tidak berpoligami. Bukan karena aku menolak poligami, namun karena aku kagum akan pengorbanan dan kesetiaan serta komitmen istriku selama ini. Dia wanita hebat, terhebat untukku. Rela melakukan apa pun untukku. Ya apa pun! (tentunya yang masih dalam koridor syar'i ya, Insya Allah). Sering aku bertanya kepadanya: "Kenapa sih kok baik sekali terhadapku?", Dijawab dengan senyumnya, "Ya, karena aku cinta padamu!".
Cinta. Hmm.... kata-kata yang mudah sekali diucapkan, namun memerlukan pengorbanan dan air mata untuk membuktikannya. Tapi, bukti itu telah diperlihatkan istriku. Semakin lama semakin nyata, seiring waktu yang berjalan. Tak pernah sekalipun, selama aku hidup dengannya, dia marah kepadaku. Mungkin, menurutku, 1000:1 wanita yang seperti dia. Ah, tidak, mungkin 1.000.000.0000.0000:1.
Pernah juga suatu waktu aku bertanya kepada istriku, "Ma, kalau aku tidak punya apa-apa, apakah engkau masih tetap akan mencintaiku?" Tanpa berpikir panjang, dan sepertinya jawaban itu sudah terpatri di dalam hatinya, "Aku mencintaimu bukan karena apa yang kamu punya, aku mencintaimu karena memang aku cinta padamu. Apapun keadaannya." Hmmm... Hebat bukan!
(bersambung, Insya Allah)

posted under | 0 Comments

SP3 bikin Mumet


Awalnya sih, ingin mencicipi Service Pack terbaru dari windows, yang pastinya terdapat banyak security update di dalamnya. Ternyata, sekali lagi, ternyata, banyak masalah yang ditimbulkan setelah SP3-nya diinstall.

Setelah berhasil mendownload SP3 yang filenya besar banget, kurang lebih 350 MB, mulailah muncul permasalahan-permasalahan yang diakibatkan tidak kompatiblenya software dengan SP3. Pertama, software bawaan Epson C90, Epson Status Monitor, yang mendeteksi masih berapa banyak tinta yang masih tersisa dan mendeteksi berapa halaman yang sudah tercetak, tidak bisa berjalan dengan normal. Software tersebut akan restart terus. Bahkan ditutup tidak bisa, meskipun "dipaksa" menggunakan Task Manager". Untuk masalah ini, OK-lah. Tidak banyak berpengaruh. Tanpa software pun, printer tetap bisa nyetak. Terpaksa, Epson Status Monitornya dinonaktifkan. Cara menonaktifkan sebagai berikut:

1. Klik Start -> Printer & Faxes
2. Setelah terbuka, klik kanan pada printer Epson Stylus C90 Series
3. Kemudian klik Printing Preferences.
4. Klik pada tab Maintenance



5. Klik pada tombol Speed & Progress



6. Centang pada pilihan Disable EPSON Status Monitor 3

Selesai.

Nah, ternyata, yang paling menyedihkan, PHP Triad-nya tidak jalan. Waduh..... Ini khan senjata paling berharga untuk membuat website. Dicoba menggunakan XAmp pun tidak mampu. Tidak bisa melaksanakan perintah webserver. Alhasil, semua web yang ada di laptop tidak bisa dilihat. :((

Ya, terpaksa dech, kembali ke SP2. Uninstall dech SP3-nya. Demi....

Memang, manusia suka sekali dengan sesuatu yang baru, padahal Allah telah memilihkan jalan yang terbaik (selalu) untuk manusia, tetapi kebanyakan tidak bersyukur. Mungkin, termasuk saya di dalamnya. Astaghfirulllah.


posted under | 2 Comments

Firefox lebih Sip


Setelah sekian lama menggunakan internet explorer, sampai terakhir yang internet explorer versi 7.0 (karena saya windows minded nih sampai sekarang), akhirnya beralih juga ke firefox. Tidak lain hal ini dikarenakan terlalu banyak masalah pada internet explorer.
Satu hal yang hampir selalu terjadi di internet explorer, pertama kali kita buka loadingnya, minta ampun, lamaaaaaaaaaaaaaaaaa banget. Belum lagi kalau tiba-tiba internet explorernya hang. Bukan macet sih, cuman diam beberapa saat gitu pas buka website. Padahal koneksi internet bagus, dapat HSDPA, tertinggi nich di jaringan 3,5 G.
Tapi ada kelemahannya juga sih firefox. Untuk beberapa alamat yang secure, saya coba pada salah satu website banking saya, tidak jalan. Pada saat saya coba di https://www.permatanet.com, dan coba untuk cek saldo, history transaksi dll, tabel tidak tampil. Dari server permata sendiri tidak mendeteksi adanya error. Kurang tahu yah, apa server permata yang belum support ke firefox.
Ya, tidak ada sesuatu yang sempurna. Namun, firefox lebih dari cukup lah. Pas pertama kali mengetahui ada add on-nya, iseng-iseng masuk ke web add-on. Ternyata, ada tampilan yang pas banget, yang saya suka. :)
Oh ya, satu lagi. Firefox nich compatible dan match banget ama google web accelerator. Begitu menggunakan firefox, optimized web dari google web accelerator jadi cepet banget. Sekarang sudah dapat 11.1 menit yang terhemat. :D Cuman, untuk Yahoo toolbar, tampilan text box untuk search di bagian kiri akan hilang. Tapi tetap kita bisa ketikkan teks yang hendak kita cari di sana, meskipun tampilannya tidak sempurna. Hal ini, entah dari yahoo toolbarnya yang tidak compatible dengan firefox atau karena theme yang saya gunakan di firefox. Menurut saya sih, kemungkinan besar dikarenakan theme-nya. Gak pa-pa dech, mengorbankan yahoo toolbar untuk tampilan yang ciamik.

posted under | 0 Comments

Software Adzan untuk mobile phone


Alhamdulillah, akhirnya aku temukan juga software adzan untuk mobile phone yang berbasis symbian dan java. Gratis lagi. Ada di http://www.searchtruth.com/mobile/azan/download_mobile_azan.php

Kemarin sempat pada saat pake pda, menggunakan software adzan juga. Tapi, pada saat ganti dengan nokia (lagi), belum dapat software untuk adzan. Mencari di internet pun belum dapat. Salah kata kunci kali ya!

Ini sekarang lagi uji coba. Isya' kurang lebih 5 menit lagi. Bisa terdengar bunyi adzan gak ya dari hp ku???

posted under | 0 Comments

Exploitasi "Konsep Ibadah"


Menurut saya, ada kecenderungan yang mengakibatkan lembaga-lembaga (bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi lembaga apa pun, termasuk lembaga bisnis), yang katanya "menyandarkan" pada konsep Islam, namun terjebak pada konsep yang dianggap sebagai "konsep ibadah" yang salah, sehingga profesionalisme dikesampingkan.

Pada lembaga-lembaga ini, prestasi seseorang dianggap tidak layak diperhitungkan, karena dianggap segala sesuatu itu harus dilakukan secara ikhlas dan hanya Allah semata yang akan membalasnya. Pun, kadang-kadang, kesalahan juga tidak pernah diperhatikan, karena manusia merupakan makhluk lemah yang selalu berbuat salah.

Padahal, konsep atau sistem mengenai pekerjaan dalam Islam, adalah konsep profesionalisme, yang menjunjung tinggi keadilan, menghargai kemanusiaan.

Pada beberapa kasus yang pernah saya perhatikan, kebanyakan lembaga-lembaga tersebut "mengeksploitasi" karyawan tanpa memperhatikan kesejahteraan karyawan tersebut, dengan tetap "mengedepankan" konsep ibadah, dan mendoktrin karyawan bahwa segala yang dilakukannya adalah ibadah dan bernilai di sisi Allah SWT. Memang betul, semua yang dilakukan oleh seorang mukmin adalah ibadah, tetapi, ini yang perlu diingat, pernahkah lembaga-lembaga tersebut belajar tentang konsep DHOLIM?

Dholim merupakan lawan dari Adil. Apabila kita definisikan, adil adalah menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Nah, di sinilah titik yang harus kita perhatikan. Untuk berbuat adil, harus ada aturan main yang jelas, yang transparan, dan disetujui oleh kedua belah pihak. Aturan main inilah yang kadang dilupakan oleh lembaga-
lembaga tadi.

Juga, bagaimana dengan konsep shodaqoh? Ada satu kenyataan pahit yang menarik untuk kita pelajari. Seorang pengusaha, yang notabene muslim, sering bersodaqoh terhadap orang-orang lain, di luar karyawan dan kantornya. Tetapi terhadap karyawannya? Pernah terjadi seorang karyawan pada sebuah restoran, karena berkeringat dan tidak ingin membasahi makanan, mengambil tissue untuk mengelap mukanya. Melihat kejadian tersebut, pengusaha tersebut marah besar dan mengatakan bahwa apabila hal tersebut dilakukan dirinya akan rugi. Nah,.... Silakan rekan-rekan menafsirkan sendiri cerita tadi.

Sebetulnya, dalam segala hubungan muamalah, Islam selalu menawarkan konsep win-win solution, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Namun pada masa kini, tampaknya konsep itu telah bergeser ke arah kecenderungan materi, sehingga baik terselubung maupun terang-terangan, kekayaan individual lah yang ingin diraih,
bukan rida dari Allah SWT. Wallahu A'lam Bish Showaf.

posted under | 0 Comments

Susahnya jadi Sistem Analist


Hmm... sampai pusing dech. Menganalisa program yang gak jadi-jadi. Konsep awal sih sudah ada. Sistem manual pun sudah ada. Tetapi, membuatnya menjadi program komputer, kok susah sekali ya. Ya, mungkin memang itulah keterbatasan saya.
Kadang sih terpikir, kalau sedang berdiskusi dengan istri, mungkin apa yang akan saya buat terlalu melebar, jauh dari yang dibutuhkan. Sekarang sudah coba saya persempit ruang sistemnya, tetapi tetap saja, gak selesai-selesai.
Atau mungkin penyakit lama kambuh lagi ya! Nah... ini yang selalu terjadi dari dulu. Maklumlah orang grafis. Jadinya cepet bosen. Apalagi ama yang namanya tampilan. Pengennya selalu buat yang cocok di hati gitu loh. Udah 75%, bosen, ganti lagi. Mulai dari awal lagi.
Tapi ini bukan masalah tampilan sih. Tapi masalah sistem. Manualnya sih gampang. Pokoknya penjualan dibundel. Nah, masalahnya gimana membundelnya supaya lebih cepet. Kalau yang sudah ada sih, mudah aja tinggal masukin ke daftar bundel. Yang belum ada? Belum lagi mencari control yang sesuai.
Ceritanya sih, kalau ditarik garis lurusnya (hehehehehehe, lebih suka garis lurus dech daripada benang merah. Karena benangnya udah terpintal jadi kain :D ) pengennya buat program untuk toko sendiri, toko komputer. Karena setelah lelah mencari-cari, harga program komputer ternyata tidak murah. Belum lagi tidak sesuai dengan kebutuhan. Makanya, iseng-iseng buat program sendiri. Tapi malah gak jadi-jadi. Belum lagi ada pesanan web site yang belum sempat dikerjakan. Ah...
Yah, sabar-sabar. Mulai dari yang kecil, dengan teliti dan hati-hati. Lihat manual. Bismillahirrahmaniirahim, semoga selesai dech. Doain ya!

posted under | 0 Comments

Printing Bikin Pusing


Mengeprint dokumen memang sebuah pekerjaan biasa. Apalagi kalau kita sudah sering melakukannya. Tetapi apa yang saya lakukan saat ini adalah sesuatu yang luar biasa, karena meskipun sudah terbiasa mengeprint dokumen, tetapi, jumlah printingnya ini loh, yang bikin kepala pusing. 1000 lembar, kurang lebih. Dan harus diselesaikan secepatnya. Wah....
Menggunakan Epson C90, yang di webnya katanya kecepatan printingnya sampai 25 ppm (25 halaman per detik), ternyata pada kenyataannya sangat lambat sekali. Untuk sekali cetak brosur berwarna ukuran 20x50 cm bolak-balik, dibutuhkan waktu sekitar 10 menit-an. Nah, bayangin aja, kalau untuk nyetak 1000 lembar brosur. berarti butuh sekitar 10.000 menit, atau sekitar 7 hari non stop. Belum lagi, C90 terdapat reset cartridge. Setiap nge-print kurang lebih 50 lembar, harus reset cartridge.
Dan, kemarin nich pengalaman baru. Mungkin karena sudah capek, sehingga printernya protes kali ya, yang tercetak hanya background nya saja. Tulisannya tidak tercetak. Nah, harus diistirahatkan dulu tuh printernya. Kurang lebih 1 jam.
Atau mungkin yang agak-agak gila saya ya. Karena cetak brosur sedemikian banyak menggunakan printer. Nah, mau bagaimana lagi. Hanya itu fasilitas yang dipunya. Sedangkan apabila dicetak di percetakan, MAHAL. Belum lagi waktunya lama. Kemarin sempat tanya ke percetakan, selembar sekitar 1600 rupiah. Kalau cetak 1000 lembar, berarti 1,6 juta. Wah.... Padahal kalau cetak pake printer, 1 kali refill 100 ml, cuman 16 ribuan. itu sudah bisa dipakai sampai 1000 lembaran. Dikali 4 + Beli kertas 80 rb an total 144 rban. Hehehehehe hemat 90%.
Sudah mencoba beralih ke printer laser warna, hmmm.... terdapat beberapa kendala. Pertama, printernya tidak ready. Harus indent terlebih dahulu. Baru tersedia pertengahan Februari, paling cepet. Wah... padahal butuh waktu cepet nich. Jadi, gak mungkin. Kedua, Ternyata printer laser warna hanya bisa masuk untuk ukuran kertas maksimal Folio, yaitu 33 cm. Padahal saya butuhnya panjangnya sampai 50 cm. Kalau paper tray-nya dibuka, printernya gak bisa nge-print. Wah...., gak mungkin lagi dech.
Tadi sempet browsing, cari-cari ada laser warna Samsung, kalau gak salah serinya E350. Mungkin kertasnya bisa sampai panjang, tetapi masih konfirmasi nich. Tanya-tanya pada pihak yang tahu.

posted under | 1 Comments

Totalitas dalam setiap perbuatan


Aku tidak akan berhenti dari jalan dakwah ini, hingga Islam tegak di bumi ini atau aku ikut musnah di dalamnya

(Hadits Rasulullah SAW)

Mungkin memang kalau kita perhatikan sekilas hadis di atas, menunjukkan idealisme yang sangat kuat dari seorang Rasulullah. Tetapi, menurut saya, ada makna lainnya yang terkandung dalam hadis tersebut, yaitu Totalitas.

Perhatikan pula firman Allah yang artinya kurang lebih, "Allah tidak akan mengubah nasib sebuah kaum sehingga kaum tersebut mengubah nasibnya sendiri." Firman Allah tersebut sangat relevan dan berhubungan apabila kita kaitkan dengan hadis di atas pada masalah totalitas. Totalitas dalam mengubah nasib. Sehingga Allah akan mengubah nasib kita, apabila kita mau secara total mengubah diri kita sendiri.

Jadi, Islam telah mengajarkan totalitas dalam setiap perbuatan. Totalitas itulah, yang Insya Allah, akan membawa kita menuju kesuksesan dan rida Allah SWT. Bukankah ada nasihat bijak yang berkata: "Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya, dan Beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok." Tak lain, menurut saya, yang terkandung dari kalimat tersebut adalah TOTALITAS. Totalitas bekerja, totalitas beribadah. Keduanya bersinergi. Menembus pusaran-pusaran kehidupan yang pada akhirnya akan tercapai rida sang Izzati.

Pada saat mengikuti pelatihan HI (Heart Intelligence), salah satu syarat sebelum mengikuti pelatihan tersebut adalah kita harus meninggalkan semua pikiran-pikiran yang ada di luar, dan totalitas mengikuti pelatihan HI tersebut. Dikatakan oleh Ustadz Basuki, apabila yang ada di luar itu kita pikir sekarang, bisa kita kerjakan sekarang gak? Itulah maknanya, bahwa dalam setiap perbuatan, kita harus betul-betul total, mengerahkan semua konsentrasi, pikiran, jiwa, raga, dan semua hal yang kita miliki, sehingga tentunya hasil yang akan didapat adalah kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat.

Konsep Kaffah dalam Islam juga merupakan totalitas penghambaan manusia kepada Allah SWT. Konsep penghambaan total inilah yang menjadikan Rasulullah dan sahabat sukses membawa Islam menjadi puncak peradaban tertinggi di dunia. Selain karena memang Islam sendiri itu Kaffah, yaitu meliputi segala bentuk sistem yang ada dalam kehidupan manusia, Allah, sang penciptalah yang memang mengetahui benar tentang masalah-masalah hamba-Nya.

Jadi, mengapa tidak dari sekarang kita mulai totalitas pada diri kita?

posted under | 0 Comments

Ayunda Putri Mahmudatul Ula

Umurnya sekitar 4,5 tahun. Cantik dan lucu. Cukup pintar juga. Umur setahun udah bisa nyetel VCD sendiri. Ngidup-ngidupin TV sendiri. Perawakannya ramping. Wajahnya oval. Selalu ceria. Hidungnya lumayan mancung. Tapi maklum, karena anak-anak, meskipun kulit aslinya sawo matang, sekarang jadi kehitam-hitaman. Sering main berpanas-panasan. Satu hal yang pasti, mirip banget ama mamanya.
Sekarang punya piaraan 3 ekor kelinci yang lucu-lucu. Yang berwarna putih, betina, dikasih nama si putih. Yang berwarna hitam, betina juga, dikasih nama si hitam. Dan yang coklat, jantan, dikasih nama si manis. Katanya sih, kemarin akan diberi nama si Barbie yang putih. Gak tahu, kok akhirnya diberi nama si Putih. Meskipun ada 3 ekor, yang paling sering dibelai olehnya adalah si Putih. "Yang ini punya Ayu, yang hitam punya papa, yang coklat punya mama", begitu katanya.
Sekarang sekolah di TK Al Banna, di Denpasar. Sekolahnya sih baru buka tahun ini. TKIT & SDIT. Masih kelas TK Kecil. Ya, baru 4,5 tahun sih. Sebelumnya sekolah di PG Anak Emas. Punya Yayasan Islam juga. Lumayan lama juga sekolahnya. Karena konsepnya full day. Jadi pagi-pagi sekali, pukul 08.00 WITA, dia sudah berangkat ke sekolah. Seringnya sih diantar oleh mamanya, karena seperti biasa, pada jam segitu, aku masih tidur :). Pulang, kurang lebih jam 12.00 WITA. Nah, ini bagianku. Seringnya aku yang jemput pada jam pulang. Yah, begitulah setiap hari Senin-Jumat kegiatannya. Hari Sabtu dan Minggu libur. Nah lo, kayak PNS aja ya!
Setiap hari, kegemarannya adalah menonton TV dan menggambar. Sebetulnya sih aku agak kuatir juga tentang tontonan televisi. Tapi, mungkin memberi pengertian aja yang bisa aku lakukan. Setiap hari ditemani oleh baby-sitter. Kasihan dech anakku. Aku dan istriku sibuk bekerja. Rata-rata sampai jam 17.00 WITA. Setelah itu, Ayu bermain bersama kami. Kadang-kadang, sehabis maghrib, belanja kebutuhan sehari-hari ke supermarket. Kadang-kadang juga, mengajak dia bermain. Entah di Time Zone, atau di tempat main lainnya. Ayun-ayun dia bilang, karena di situ banyak mainan yang berayun-ayun. Hehehehehe.
Oh ya, Ayu juga suka sekali ke toko buku. Nah, ini mungkin kegemaranku yang aku tularkan padanya. Minimal seminggu sekali, aku, istriku dan Ayu jalan-jalan ke toko buku. Kalau kebetulan ada buku bagus, aku beli. Kalau gak ada, jalan-jalan aja. Biasanya Ayu suka buku-buku mewarnai dan buku-buku yang ada banyak warnanya. Termasuk majalah. Dia juga suka bermain di counter komputer, yang biasa terdapat software untuk anak-anak belajar sambil bermain. Padahal di rumah, sudah disediakan satu komputer khusus untuknya. Tapi jarang sekali dipakai. Tapi kalau sudah buka komputer, paling yang dijalankan game. Yah, gak papa lah. sekalian mengasah otaknya.
Kurang lebih jam setengah satu malam baru tidur. Sukanya kopi. Kalau pas ada kakeknya datang, pasti dia minta bagian kopi kakeknya. Kata orang-orang tua sih, anak memang harus dikasih kopi sedikit-sedikit. Supaya pembuluh darahnya agak terbuka dan tidak gampang step. Katanya sih.
Ya, satu hal yang pasti. Aku sayang banget ama dia. Harapanku, untuk meneruskan keluarga.

posted under | 0 Comments

Kabel Belden

Ya, masalah di atas yang menggelutiku cukup lama pada saat aku membuat jaringan. Bayangkan, harus bolak-balik berulangkali. Dan yang tidak kepikiran, ternyata yang bermasalah adalah kabelnya. Membuat jaringan 4 unit komputer yang saling berjauhan, paling deket 20 m, ternyata dibutuhkan kabel yang bener-bener mumpuni.
Sebelumnya sih, tidak kepikiran kalau yang bermasalah kabel beldennya. Pada saat itu, stok kabel belden lama tinggal sedikit, hanya cukup untuk 2 client saja. Yah, otomatislah ambil stok baru lagi. Nah, di situlah pangkal masalahnya muncul. Biasanya sih, kabel belden, beli merek apapun, sama baiknya. Cuman, selama ini belum berpengalaman membuat jaringan dalam jarak jauh. Biasanya sih dalam satu ruangan aja.
Setelah diset, 2 client langsung jalan. OK. Dua client lagi, NGADAT. Test menggunakan LAN tester, OK. Yang cukup mengherankan, pada saat disambungkan ke ethernet card, di situ terdapat pesan "A Network Cable Unpluged". Padahal jelas-jelas kabelnya sudah terpasang. Analisa awal, mungkin kabelnya terlalu panjang. Akhirnya, coba untuk dikurangi. Yang pada awalnya sekitar 70-an meter, dipotong hingga kurang lebih menjadi 50 meteran. Tetapi .... masih gak bisa juga.
Setelah hampir putus asa, dicoba untuk menarik kabel lagi, tetapi tetap menggunakan kabel yang sama. Set..... Masih gagal lagi. Bingung dech.
Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan keluar bagi hamba-Nya ini. Secara gak sengaja, aku bandingkan kabel yang mau jalan dan yang tidak. Oalah, kabelnya ternyata berbeda. Yang satu agak putih dan yang satunya agak abu-abu. Setelah diteliti lebih lanjut, pada kabelnya ternyata terdapat perbedaan penulisan. Yang seharusnya "DATATWIST", menjadi "DATAWIST". Hilang T-nya. Mungkin yang aku pakai bener-bener kabel bajakan kali ya :).
Terpaksa dech, narik kabel lagi. Antar gedung lagi. Gila banget, capeknya. Tapi, Alhamdulillah, beres. Satu client jalan. Satu lagi di test, jalan. Tapi lagi-lagi ada masalah. Pada saat hendak merapikan kabel, harus naik ke atap. Tetapi, orang yang membawa kunci untuk naik ke atap lagi ke luar kota. Seminggu lagi. Yah, terpaksa ditunda dech.
Hehehehe, baru kali ini dech mendapat masalah gara-gara kabel belden. Ya, tolong dicek aja sebelum membuat jaringan, tulisan-tulisan yang ada di kabelnya. Cari yang seperti ini nich:
- Belden CDT Networking-s DATATWIST -- bukan DATAWIST
-Verified (UL) -- bukan Urified
- Category 5E E108998-P -- harus ada P-nya.
- Biasanya di bagian akhirnya ada kode, kurang lebih seperti: 105 M -- menunjukkan maksimal panjang kabel yang bisa dibuat dalam satu tarikan client.

posted under | 0 Comments

Pemberdayaan Teknologi untuk Kemanfaatan Umat

Teknologi, yang perkembangannya sangat pesat dewasa ini, telah membawa seberkas cahaya bagi kita umat muslim untuk memberdayakannya demi kemanfaatan umat. Teknologi yang dimaksud tidak hanya terbatas pada komputer saja, namun bisa juga pada teknologi-teknologi lainnya, di antaranya handphone.
Ada banyak sekali sumber yang bisa kita download dari internet untuk pemberdayaan teknologi demi kemanfaatan umat. Dan semuanya GRATIS! Salah satu yang paling utama, adalah program untuk memperdengarkan adzan secara otomatis apabila telah tiba waktunya. Program ini bukan hanya untuk komputer saja, tetapi juga bisa untuk handphone dan PDA. penulis memanfaatkan program adzan ini pada notebook dan PDA. Untuk program adzan pada notebook, penulis menggunakan program adzan dari Islamic finder yang mempunyai alamat website di http://www.islamicfinder.org/. Di websitenya kita bisa mendownload Athan Basic, yang merupakan versi gratisnya. Memang terdapat beberapa fitur yang dikunci dari versi gratis tersebut, namun hal ini tidak menjadi masalah. Yang paling penting, fungsi utamanya, yaitu untuk memperdengarkan adzan tercapai.
Sedangkan untuk PDA, penulis menggunakan software yang bisa didownload dari http://www.smartnetwireless.com/. Software ini juga free alias GRATIS! Software ini cukup bermanfaat, karena selain untuk memperdengarkan adzan pada waktunya, juga bisa untuk recite (membaca) Al-Quran. Di smartnetwireless telah disediakan mp3 Al-Qur’an 30 juz. Selain itu, juga terdapat hadist-hadist (dalam bahasa Arab). Kemudian, di software tersebut juga terdapat salinan ayat-ayat Al-Quran lengkap 30 juz. Sehingga kita tidak perlu membawa al-Quran kemana-kemana. Cukup membawa PDA saja dan kita bisa membaca al-Qur’an di manapun. Bagusnya lagi, software ini bisa diset apakah sebelum adzan, al-Quran dibacakan terlebih dahulu atau tidak. Dan kita juga bisa memilih ayat-ayat mana yang akan dibacakannya. Terdapat juga versi untuk handphone yang sudah mendukung symbian.
Kemudian, apabila Anda ingin mendengarkan al-Quran lewat PC atau notebook, ada software yang bisa didownload dari http://www.searchtruth.com/. Program inipun gratis. Di dalamnya juga terdapat pengaturan untuk adzan, tetapi menurut saya, lebih baik dinonaktifkan dan lebih bagus menggunakan software Athan yang telah dijelaskan di atas. Sedangkan untuk mp3, supaya bisa recite al-Qur’an juga bisa didownload dari web ini. Terdapat beberapa bacaan al-Quran dari beberapa qiroah yang cukup terkenal.
Hmmm…. Banyak juga ya! Tapi masih banyak lho! Tenang aja. Apabila Anda ingin mempelajari tentang perbanding agama, terutama kristologi, Anda bisa masuk ke http://www.pakdenono.com/. Di sana terdapat banyak e-book islami, artikel, mp3, dll. Yang menarik, terdapat juga perdebatan antara seorang muslim dengan seorang nasrani. Dibaca sendiri aja dech. Pasti seru!
Sebetulnya, masih ada satu lagi program yang cukup bermanfaat, yaitu alQuran digital. Di dalamnya terdapat terjemahan dan tafsir dalam bahasa Indonesia. Juga terdapat index yang memudahkan kita untuk mencari ayat yang berhubungan dengan hal tertentu, misalnya perdagangan, perkawinan, dll. Sayangnya, saya mendapatkan software tersebut dari seorang teman. Di dalam software tersebut terdapat alamat url http://www.alquran-digital.com/, namun pada saat saya coba akses web tersebut, isinya lain. Insya Allah, apabila saya telah menemukan alamat url-nya akan segera saya beritahukan di blog ini.
Semoga artikel ini bermanfaat. Jayalah Islam selamanya.
NB: Pada saat saya membuka http://www.pakdenono.com/, ternyata di dalamnya terdapat download untuk al-Quran digital, namun saya belum sempat mencoba untuk mendownloadnya.

posted under | 0 Comments

?

Untuk Rh. Widada


Terakhir kali kita bertemu
mendung masih menggantung di kelopak matamu
membentuk gumpalan-gumpalan awan kelam
seakan hendak turun hujan, namun gerimis pun tak datang

terakhir kali kita bertemu
senyuman dan sikap renyahmu seakan sirna
ditelan patahan-patahan lempengan
gempa datang, semua sirna

aku seperti tidak menemukan dirimu yang kukenal dulu

entah sekarang,
di saat seorang bidadari telah turun ke bumi
melalui jeritan yang menyayat dari mulut istrimu
mungkin, raut wajahmu yang dulu
kini kutemukan kembali saat kita bertemu
entah kapan

posted under | 2 Comments
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda